<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334975921857323482</id><updated>2012-02-16T10:12:26.213-08:00</updated><category term='football'/><title type='text'>IRWAN RINANDAR</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nasolblog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasolblog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Milanisti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15436364754309821401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_uDaEZy2qI7E/SDUDmYJpMCI/AAAAAAAAABY/67_8QVUGyOQ/S220/070624_151744.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334975921857323482.post-7345118114686247613</id><published>2008-08-20T19:32:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T19:56:35.296-07:00</updated><title type='text'>VSAT CSM</title><content type='html'>&lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Latar                                Belakang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT                                Citra Sari Makmur, atau “CSM”, memulai                                pengoperasian VSAT pada tahun 1989, yang kemudian                                berkembang menjadi operator VSAT pertama di Indonesia.                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;table  border="0" cellspacing="1" width="100%" style="font-family:verdana;"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                  &lt;td rowspan="2" width="60%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada                                    mulanya VSAT terutama ditujukan kepada pasar                                    perusahaan (korporasi) di Indonesia: yakni badan-badan                                    hukum yang beroperasi secara nasional dan membutuhkan                                    komunikasi data &lt;em&gt;on-line&lt;/em&gt; untuk transaksi-transaksi                                    keuangannya, online integrated data base dan                                    juga dalam konsolidasi laporan.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td height="131" width="40%"&gt;                                    &lt;div align="right"&gt;&lt;img src="http://satjournal.tcom.ohiou.edu/issue8/images/public_vsat.gif" height="129" width="180" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr&gt;                                  &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Gambar                                      1. VSAT untuk layanan pada sebuah Warung Internet                                      Umum &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;CSM                                dibangun dan dipimpin oleh seorang pengusaha Indonesia                                yang memiliki visi ke depan, Bapak Subagio Wirjoatmodjo,                                yang sekarang ini juga aktif sebagai anggota Dewan                                Pengurus Harian MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia,                                the Indonesian Infocom Society).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat                                ini CSM merupakan pelaku pasar yang menguasai 64%                                pangsa pasar di antara operator VSAT lainnya, serta                                memiliki 34% dari keseluruhan populasi VSAT di Indonesia.                                Hal ini menurut laporan yang diterbitkan oleh Comsys,                                konsultan penelitian dari London, Inggris. CSM adalah                                salah satu dari lima pemain besar di kawasan Asia                                Pasifik, dan untuk salah satu produknya, yakni SCPC,                                menjadi pemimpin pasar di kawasan Asia Pasifik.&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;                            &lt;strong&gt;Teknologi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Teknologi yang paling sering dipergunakan adalah                                VSAT TDM/TDMA yang memungkinkan operator bisa membagi                                penggunaan transponder secara bersama antara para                                pelanggan yang masing-masing memiliki persyaratan                                sendiri-sendiri dalam hal response time (waktu tanggap)                                dan &lt;em&gt;traffic pattern&lt;/em&gt; (pola lalu-lintas).                                Walaupun penggunaan teknologi ini ternyata membuat                                waktu tanggapnya lebih lama (meski masih dapat diterima),                                biaya bulanannya ternyata sangat menarik dan membuat                                produk ini diterima secara luas di kalangan industri                                perbankan dan perusahaan distribusi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Meskipun VSAT TDM/TDMA telah membuktikan keandalannya                                dalam menyediakan produk dengan kinerja terbaik                                dengan ongkos terendah, beberapa dari pelanggan                                yang sadar akan kualitas ternyata lebih menyukai                                hubungan SCPC (&lt;em&gt;Single Carrier Per Channel&lt;/em&gt;)                                untuk kebutuhan komunikasi mereka. Oleh sebab itulah                                CSM kemudian menyediakan dan mengembangkan jenis                                jasa ini. Pada saat ini terbukti bahwa jenis jasa                                ini menciptakan pendapatan lebih besar daripada                                teknologi TDM/TDMA. Para pengguna jasa ini biasanya                                datang dari kalangan industri perminyakan, pertambangan,                                dan perkayuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Ketika muncul konsep &lt;em&gt;bandwith on demand&lt;/em&gt;                                (lebar pita berdasarkan permintaan), beberapa penjual                                menawarkan DAMA (&lt;em&gt;Demand Assigned Multi Access&lt;/em&gt;).                                Keuntungan utama yang ditawarkan oleh DAMA adalah                                penggunaan pita yang efisien melalui pengelolaan                                alokasi lebar pita bagi para pengguna dengan aplikasi                                yang berbeda dan waktu yang berbeda-beda pula. CSM                                selanjutnya juga menyediakan produk ini. Tetapi                                berlawanan dengan perhitungan teoretisnya, ternyata                                produk ini tidak diminati karena waktu kegiatan                                dari para pengguna ternyata memiliki pola yang mirip                                satu dengan lainnya. Lebih buruk lagi, kuallitas                                produk ini lebih rendah bila dibandingkan dengan                                SCPC.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Untuk menyediakan berbagai jasa, CSM mengiku-sertakan                                berbagai pihak, di antaranya Scientific Atlanta,                                Hughes Network Systems, Gilat, Commstream, Agilis,                                Codan, Prodelin, serta tak terhitung banyaknya pemasok                                alat-alat pendukung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Industri VSAT di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Saat CSM tengah berkembang, beberapa operator lainnya                                juga memasuki pasar VSAT karena tertarik dengan                                prospek yang menjanjikan di sektor telekomunikasi                                ini. Operator kedua yang muncul adalah Lintasarta                                yang memfokuskan diri untuk melayani perbankan dan                                institusi keuangan lainnya. Beberapa bank besar                                kemudian menggelar jaringan VSAT masing-masing.                                Pada saat itu, agar secara ekonomis menarik, jumlah                                minimum VSAT remote diperkirakan sekitar 200. Saat                                ini sudah lebih dari lima-belas izin yang diterbitkan                                oleh Pemerintah Indonesia kepada perusahaan-perusahaan                                yang menjalankan usaha jasa VSAT ini. Beberapa perusahaan                                itu di antaranya adalah Primakom, Patrakom, Sanatel,                                Tangara, Lintasarta, dan tentu saja CSM. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kasus                                Pelanggan Korporasi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Pelanggan utama dari VSAT adalah institusi keuangan,                                distributor, perusahaan sektor perminyakan dan pertambangan,                                serta perkayuan. Lebih dari 70% pengguna VSAT datang                                dari kalangan perbankan dan institusi keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Ketika jasa VSAT diperkenalkan pada tahun 1989,                                keadaan saluran tembaga saluran telepon yang disewakan                                sangatlah menyedihkan, baik dalam hal ketersediaan,                                kehandalan serta kapasitasnya. Ketika deregulasi                                perbankan mulai berlaku pada awal 1990-an, kebutuhan                                untuk membuka cabang-cabang yang terhubung on-line                                dan lokasi ATM meningkat dengan sangat tajam, sehingga                                mengisi daftar tunggu dari saluran yang disewakan                                di setiap kantor telepon PT Telkom. Menggunakan                                VSAT adalah menjadi satu-satunya solusi yang tersedia                                dan cepat untuk menjawab tantangan tersebut. Transaksi                                on-line menjadi cara baru untuk bersaing antar bank.                                Beberapa bank besar segera menggelar jaringan VSAT                                mereka sendiri beberapa tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Di sektor distribusi, kawasan kepulauan seperti                                Indonesia menimbulkan dua permasalahan: transportasi                                dan pemeliharaan inventaris. Transportasi di Indonesia                                bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu                                untuk daerah-daerah terpencil. Demi menjamin tingkat                                penyediaan jasa yang memadai, inventaris haruslah                                dipertahankan pada tingkat yang memadadi. Seandainya                                seluruh status inventaris dapat dipantau, maka inventaris                                nasional dapat dikelola sebagai suatu kesatuan dengan                                lebih efisien. Selain itu, kecepatan layanan kepada                                para pelanggan juga dapat lebih terjamin dan terprediksi.                                Perusahaan-perusahaan distributor yang menjadi pelanggan                                CSM mengakui bahwa jasa-jasa VSAT memberikan sumbangan                                yang besar dalam proses usaha mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Apabila lembaga-lembaga keuangan serta perusahaan-perusahaan                                distribusi menggunakan VSAT untuk transaksi real                                on-line, maka industri perkayuan justru lebih menyukai                                jasa VSAT untuk mengirimkan laporan berupa batch.                                Laporan-laporan tersebut digunakan untuk mengontrol                                transportasi kayu dari hutan ke tempat-tempat tujuan,                                seperti tempat penggergajian kayu, pabrik plywood,                                dan sebagainya. Hal ini diperlukan untuk memenuhi                                peraturan pemerintah serta demi mencegah penebangan                                kayu ilegal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                SCPC VSAT untuk Internet &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada                                pertengahan tahun 1990-an, sesuai perkembangan dunia                                di bidang Internet, ISP (Internet Service Provider,                                atau penyedia jasa Internet) mulai menjamur di Indonesia.                                ISP-ISP tersebut membuka POP mereka dimana-mana.                                Kurangnya ketersediaan hubungan tulang-punggung                                antar kota (backbone), selain kurang andalnya serta                                mahalnya backbone itu, menjadikan SCPC sebagai produk                                kesayangan para operator penyedia jasa Internet.                                Hampir semua penyedia jasa Internet menggunakan                                jasa-jasa CSM untuk menyalurkan lalu lintas Internet                                antar-kota. Sayangnya momentum ini tidak bisa bertahan.                                Rendahnya tingkat penetrasi pengguna Internet dan                                PC (komputer pribadi) dan tingginya biaya penggunaan                                pita frekuensi ke Amerika Serikat membuat para penyedia                                jasa Internet merugi. Hal ini mengakibatkan bertumpuknya                                surat-surat piutang yang tidak dapat dilunasi, yang                                akhirnya menjadi beban untuk CSM. Para penyedia                                Internet ini selanjutnya pindah ke solusi frame                                relay melalui jaringan teresterial yang menyediakan                                harga yang lebih murah serta delay time (waktu tunda)                                yang lebih singkat. Namun demikian, tetap tidak                                dapat dibayangkan perkembangan Internet di Indonesia                                saat ini tanpa adanya sumbangan awal dari CSM. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                TDMA VSAT untuk Teleponi Pedesaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;VSAT                                untuk teleponi pedesaan dimulai pada tahun 1996.                                Saat itu Divre VII (Divisi Regional VII) PT Telkom                                untuk Indonesia Timur sedang mencari solusi untuk                                mencapai target Universal Service Obligation (Kewajiban                                Penyediaan Jasa Universal) wilayah mereka. Kawasan                                Timur memiliki banyak gugusan kepulauan, berpenduduk                                sedikit dan tidak memiliki jaringan tulang punggung                                seperti kawasan Indonesia Barat. VSAT dipilih karena                                waktu instalasinya yang cepat dan tidak perlunya                                membangun jaringan &lt;em&gt;backbone&lt;/em&gt; terlebih dahulu.                                Perangkat lunak penagihan selanjutnya dapat dibuat                                untuk menyesuaikan diri terhadap peraturan tarif                                yang berlaku. &lt;em&gt;Call Data Record &lt;/em&gt;(Catatan                                Data Panggilan) yang berasal dari jaringan VSAT                                dapat dibaca oleh Pusat Pemrosesan Data PT Telkom                                (PT Telkom &lt;em&gt;Data Processing Center&lt;/em&gt;) sama                                seperti CDR baku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                VSAT di tempat terpencil lalu digunakan sebagai                                warung telekomunikasi yang menggunakan meter penghitung                                percakapan. Orang dapat menggunakan telepon dengan                                harga standar bagi setiap penggunaan telepon yang                                normal. Para operator di warung telekomunikasi memperoleh                                keuntungannya dari tarif diskon yang diberikan oleh                                Telkom. Melihat bahwa model proyek ini berjalan                                dengan baik dan menghasilkan keuntungan, maka teknologi                                dan skema usaha yang sama diadopsi oleh Telkom Divre                                VI yang membawahi pulau Kalimantan yang memang sangat                                luas itu. Pada saat ini terdapat lebih dari 500                                VSAT yang dipasang di kedua kawasan ini. Kalau saja                                krisis ekonomi tidak melanda Asia, dan Indonesia                                pada khususnya, bukan tidak mungkin saat ini akan                                terdapat lebih banyak VSAT. Saat terjadinya krisis                                ekonomi, beberapa proyek VSAT (dengan rencana ribuan                                VSAT) sedang dalam proses negosiasi dengan Telkom.                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemampuan                                Internet&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Keuntungan lainnya dari VSAT TDMA bila dibandingkan                                dengan solusi pedesaan lainnya adalah kemampuannya                                dalam menyalurkan lalu-lintas Internet. VSAT dengan                                pita lebar dapat menawarkan 40Mbps (40 mega byte                                per detik) bagi penyaluran data digital. Dengan                                menggunakan teknologi &lt;em&gt;spoofing&lt;/em&gt; &lt;em&gt;TCP&lt;/em&gt;                                dan &lt;em&gt;akselerator TCP&lt;/em&gt;, masalah kelambatan                                transmisi (&lt;em&gt;transmission delay&lt;/em&gt;) dapat diperkecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Menyediakan Internet di daerah pedesaan dapat merupakan                                peran yang penting dalam kerangka upaya memperkecil                                Digital Divide (Kesenjangan Digital). &lt;em&gt;World                                Summit on the Information Society&lt;/em&gt; (WSIS–Pertemuan                                Tingkat Tinggi tentang Masyarakat Informasi) telah                                menetapkan sasaran bahwa di tahun 2015, separuh                                dari populasi dunia harus telah memiliki akses ke                                Internet. Bagi Indonesia yang saat ini baru memiliki                                angka 3,4% keterhubungan dengan Internet bagi keseluruhan                                penduduknya, usaha habis-habisan harus dilakukan.                                Penyediaan akses Internet ke daerah pedesaan akan                                bermanfaat. Selain membuat orang tidak lagi terisolasi,                                penyediaan akses Internet juga dapat membantu dalam                                proses pembelajaran dan pendidikan. Suatu program                                pendidikan dapat ditayangkan bersamaan waktu di                                sejumlah besar ruangan kelas di desa-desa, sehingga                                menjamin agar semua sekolah memiliki sumber pendidikan                                yang mirip satu sama lainnya. Diskusi-diskusi interaktif                                juga dapat diselenggarakan melalui aplikasi browser,                                atau bahkan penggunaan saluran telepon yang memakai                                terminal VSAT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Seandainya setiap kampung memiliki dan memasang                                VSAT-nya masing-masing, maka kebutuhan temporer                                dan keperluan dalam keadaan darurat, misalnya dalam                                rangka penanganan bencana alam, untuk keperluan                                pemilihan umum, akan dapat dilayani dengan cara                                yang lebih terencana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;table style="font-family: verdana;" border="0" cellspacing="1" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                  &lt;td width="78%"&gt;&lt;img src="http://satjournal.tcom.ohiou.edu/issue8/images/gregparl_scheme1.gif" height="245" width="350" /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr&gt;                                  &lt;td height="18"&gt;&lt;em&gt;Gambar                                    2. Sistem VSAT TDMA bagi aplikasi ganda&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkiraan                                Masa Depan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Penggunaan saluran teresterial (dengan kabel tembaga)                                dilakukan sepenuhnya oleh Telkom yang sering disebut                                sebagai incumbent telephony operator (POTS operator).                                Jumlah dari saluran pelanggan tembaga ini kurang                                dari 10 juta dan terpusat di kota-kota besar, serta                                tidak melayani sekitar 80,000 desa di keseluruhan                                17,000 pulau di Indonesia. Dalam paradigma baru,                                jaringan data dengan pita lebar/&lt;em&gt;packet switched                                network&lt;/em&gt; akan menggantikan jaringan telepon                                yang sudah ada, yang menggunakan teknologi circuit                                switched network. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam                                hal ini, maka PT. TELKOM juga menggelar VPN/MPLS,                                serta jaringan xDSL di semua kapubaten (yang berjumlah                                sekitar 400-500 kabupaten) di Indonesia. Namun demikian,                                saat ini jaringan mereka hanya melayani sekitar                                200 POPs. Sasaran USO Pemerintah harus mampu melayani                                desa-desa yang tak terjangkau, sementara industri                                “distribusi” serta industri perbankan                                (retail banking) mengharuskan perkembangan yang                                cepat, yakni yang setidaknya meliputi 5,000 kecamatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Jalan keluar yang terbaik bagi daerah pedesaan di                                Indonesia dalam kerangka paradigma baru ini, serta                                konvergensi jasa teleponi dengan jasa akses Internet,                                tetaplah dengan penggunaan terminal-terminal VSAT.                                Permintaan akan terminal VSAT, dengan demikian,                                saat ini tetap marak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Pada beberapa kasus, VSAT memiliki kinerja yang                                lebih baik daripada teknologi teresterial, khususnya                                di Indonesia. Hal ini terutama disebabkan karena                                kesederhanaan pengawasan serta pemeliharaan jaringan.                                Pada system VSAT, hanya beberapa bagian yang perlu                                diawasi secara seksama. Oleh karena itu untuk perbaikan,                                pemeliharan dan penggantian dapat dilakukan secara                                cepat dan mudah. Bagi segolongan pelanggan, jenis                                jasa seperti ini, dan yang selanjutnya didefinisikan                                dalam SLA (&lt;em&gt;service level agreement&lt;/em&gt;), justru                                lebih penting daripada hanya sekedar berhemat saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;p  align="left" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                Keuntungan lainnya dari VSAT dibandingkan dengan                                moda teresterial adalah sifat dari teknologi nir-kabel                                yang memiliki kemampuan &lt;em&gt;multicasting&lt;/em&gt;. Dengan                                VSAT, pelaksanaan pita lebar sama sederhananya dengan                                penggunaan pita sempit. Faktor utamanya adalah berkaitan                                dengan biaya lebar pita pada transponder, serta                                kualitas keterhubungan dengan satelit (&lt;em&gt;satellite                                link budget&lt;/em&gt;). Apabila “ketersediaan”                                atau availability, misalnya untuk jasa Internet                                bagi rumah tangga, bukan merupakan pertimbangan                                utama, maka penggunaan Ku Band dapat memberikan                                penawaran harga yang rendah dalam kaitannya dengan                                investasi dan biaya transponder. Kesederhanaan serta                                kemudahan instalasi telah membuat IP-VSAT Pita Lebar                                sangat menjanjikan. Akan tetapi aplikasi-aplikasinya                                masih sangat kurang, dan karenanya mengindikasikan                                bahwa masih perlu perjalanan panjang yang harus                                diltempuh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334975921857323482-7345118114686247613?l=nasolblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasolblog.blogspot.com/feeds/7345118114686247613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334975921857323482&amp;postID=7345118114686247613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/7345118114686247613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/7345118114686247613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasolblog.blogspot.com/2008/08/vsat-csm.html' title='VSAT CSM'/><author><name>Milanisti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15436364754309821401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_uDaEZy2qI7E/SDUDmYJpMCI/AAAAAAAAABY/67_8QVUGyOQ/S220/070624_151744.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334975921857323482.post-3543034219360568084</id><published>2008-08-20T19:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T19:55:24.395-07:00</updated><title type='text'>VSAT</title><content type='html'>&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;VSAT&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt; adalah singkatan dari &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;Very Small Aperture Terminal&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt; adalah stasiun penerima sinyal dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit" title="Satelit"&gt;satelit&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt; dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geostasioner&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Geostasioner (belum dibuat)"&gt;geostasioner&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt;. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt; pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Mengirim Dan Menerima Data&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Mendapatkan data &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet" title="Internet"&gt;Internet&lt;/a&gt; dari setelit sama saja dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Data" title="Data"&gt;Data&lt;/a&gt; dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode oleh encoder dan decoder terlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga Ku-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap sub-frame adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a name="Perangkat" id="Perangkat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Perangkat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;u&gt;Terminal Antena&lt;/u&gt; Sangat Kecil adalah alat di stasiun bumi dan digunakan untuk mengirim serta menerima pancaran frekwensi daripada satelit. Antena VSAT berukuran lebih kurang 2 hingga 10 kaki (0.55-12 m) dipasang di atap ,dinding atau atas tanah dan pemilihan besar kecilnya antena sangat tergantung pada jenis frekuensi (misalnya C band atau Ku band) yang akan digunakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a name="Komponen" id="Komponen"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Komponen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Komponen VSAT, terdiri dari:&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;.Unit Luar (&lt;i&gt;Outdoor Unit&lt;/i&gt; (ODU)): &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BUC (&lt;i&gt;Block Up Converter&lt;/i&gt;), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;Unit Dalaman (&lt;i&gt;Indoor Unit&lt;/i&gt; (IDU)): &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;IFL (&lt;i&gt;Inter Facility Link&lt;/i&gt;). Merupakan media penghubung antara ODU &amp;amp; IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;Satelit &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;dl style="font-family: verdana;"&gt;&lt;dd&gt;menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten. &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 45 Mbps**&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 1.1 Mbps**&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a name="Kedudukan_Satelit" id="Kedudukan_Satelit"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Kedudukan Satelit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Jenis-jenis satelit bergantung kepada kedudukannya dengan permukaan bumi.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Ada 4 jenis satelit :&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;GEO -Geostationary (geo-synchronous) earth orbit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MEO -Medium earth orbit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LEO - Low earth orbit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HEO -Highly elliptical orbit&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a name="Keunggulan_dan_kekurangan" id="Keunggulan_dan_kekurangan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="font-family: verdana;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Keunggulan dan kekurangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Keunggulan VSAT:&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;Pemasangannya cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;Kekurangan VSAT:&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakan tempat, terutama untuk piringannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334975921857323482-3543034219360568084?l=nasolblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasolblog.blogspot.com/feeds/3543034219360568084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334975921857323482&amp;postID=3543034219360568084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/3543034219360568084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/3543034219360568084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasolblog.blogspot.com/2008/08/vsat.html' title='VSAT'/><author><name>Milanisti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15436364754309821401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_uDaEZy2qI7E/SDUDmYJpMCI/AAAAAAAAABY/67_8QVUGyOQ/S220/070624_151744.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334975921857323482.post-6964733164091473451</id><published>2008-06-11T21:14:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T19:58:24.894-07:00</updated><title type='text'>JAWABAN EVALUASI AKHIR SEMESTER DENGAN E-LEARNING</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;1 a.aktivasi sistem operasi prosedur nya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem operasi yang digunakan dalam test ini adalah windows 98, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Menghidupkan PC.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;PC melakukan POST pada saat booting dan harus dapat dilewati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt; line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;PC mulai mencari sistem operasi di media penyimpan dengan urutan prioritas berdasarkan setting BIOS, misal CDROM, HDD lalu Diskdrive.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt; line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;PC menjalankan Sistem Operasi yang didahullui dengan menjalankan file-file sistem yaitu MS Dos.sys, IO.sys, Himem.sys dan command com. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Jika proses d) berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan adanya file stratup dan dijalankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkkan kondisi hardware melalui device manager.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt; line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan kondisi Start Up menu dan fungsi-fungsi dasar sistem operasi yaitu mengkopi file, memindah file, mengganti nama file, membuat folder/direktori dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan prosedur shutdown.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;b.aktivasi program aplikasi prosedurnya sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan program aplikasi dengan menjalankan program dan menutup program.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan fungsi-fungsi menu program aplikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt; line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan besarnya file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan dengan master, terutama file-file eksekusi (file yang berekstensi EXE dan COM) dan file hasil program aplikasi misal dokumen dari Ms Word.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengecekkan terhadap kecepatan mengakses program aplikasi dan data.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.pesan kesalahan post (Power on Self-Test) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Kode Beep AMI BIOS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable"  style="border: medium none ; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse; font-family: verdana;font-family:times new roman;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 44.75pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 50%; width: 25.4pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 44.75pt;" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 50%; width: 150.65pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 44.75pt;" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Gejala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; background: silver none repeat scroll 0% 50%; width: 290.45pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 44.75pt;" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Diagnosa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pesan/Peringatan Kesalahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 11.2pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 11.2pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 11.2pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 11.2pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;DRAM gagal merefresh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 34.7pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 34.7pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 34.7pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 34.7pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sirkuit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gagal   mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 22.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 21.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Timer pada sistem gagal bekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 21.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 22.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 21.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Video Mode error&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 21.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tes memori VGA gagal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 21.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Checksum error ROM BIOS bermasalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 22.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;CMOS shutdown read/write mengalami errror&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 21.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Chache memori error&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 21.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1 beep panjang 3 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 21.9pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Conventional/Extended memori rusak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 22.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.4pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="34"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 150.65pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="201"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1 beep panjang 8 beep pendek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 290.45pt; height: 22.85pt;" valign="top" width="387"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tes tampilan gambar gagal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.proses instalasi stadium 1 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Restart komputer Anda, saat komputer Anda melakukan Start Up, klik tombol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Delete, F2 atau F8 pada keyboard tujuannya adalah untuk masuk ke sistem &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BIOS (Basic Input dan Output System), komputer Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Setelah Anda masuk ke sistem BIOS (Basic Input dan Output System), pilih &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menu Advanced BIOS Features. Satu hal yang harus Anda perhatikan untuk &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pilihan Advanced BIOS Features ini belum tentu sama dengan merek-merek &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bios yang lain, tapi pada prinsipnya sama saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengkonfigurasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;daripada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hardware&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komputer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;termasuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;konfigurasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;boot system, kemudian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tekan tombol &lt;enter&gt; untuk lanjut ketahap berikutnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/enter&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;•&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Setelah itu, pada opsi Boot Sequency Anda tekan tombol &lt;enter&gt;, kemudian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/enter&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anda pilih opsi 1st&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Boot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Device nya menjadi CD-Rom. Kemudian buka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;drive CD-Rom Anda dan masukkan CD Original Windows XP Propessional&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ke dalam drive CD-Rom, kemudian Anda tekan tombol &lt;f10&gt; pada keyboard, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/f10&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tujuannya adalah untuk menyimpan hasil setting-an Anda, selanjutnya tekan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tombol &lt;enter&gt; untuk keluar dari sistem BIOS dan restart dari sistem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/enter&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.prosedur instalasi jaringan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a.Alat dan bahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a)&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Kartu Jaringan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Network Interface Card/ LAN Card)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Kabel dan konektor &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c)&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Cramping tools&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d)&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Switch/Hub&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; line-height: 200%; font-family: verdana;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-size:100%;" &gt;b.Prosedur instalasi jaringan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 9pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Periksa semua kabel penghubung pada komputer.dan HUB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pasanglah konektor pada kabel UTP.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Hubungkan antara komputer-komputer yang ada (bisa langsung antar 2 komputer atau melalui HUB). Lihat kembali kegiatan belajar 2! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Hidupkan masing-masing komputer (dan juga hub) dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan &lt;i&gt;on.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Setelah booting windows selesai berikan nama komputer secara unik (identifikasi komputer dalam jaringan)!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Selanjutnya konfigurasikan NIC anda!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Lakukan penginstalan protocol jaringan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Konfigurasikan TCP/IP anda!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;9)&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Berikan IP Address pada komputer anda!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;10)&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Ulangi Langkah 5-9 untuk setiap komputer yang ada pada jaringan!&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;11)&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ujilah TCP/IP anda menggunakan instruksi i&lt;i&gt;pconfig!&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;12)&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ujilah koneksi komputer anda dengan jaringan dengan &lt;i&gt;ping!&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -24.1pt; line-height: 150%; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;13)&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cobalah lakukan komunikasi dengan komputer lain dalam satu jaringan!&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: verdana;font-family:Calibri;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;14)&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:Calibri;font-size:100%;"  &gt;Jika telah selesai, matikanlah komputer dengan benar!&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;5.Pembelajaran IPA Terpadu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=""&gt;Menurut Prawiradilaga (2004), pembelajaran terpadu merupakan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Pengalaman bermakna merupakan pengalaman langsung yang menghubungkan pengalaman yang telah mereka miliki dengan pengalaman yang akan dipelajari, dan memiliki nilai guna dalam kehidupan mereka pada saat ini maupun mendatang.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karakteristik pembelajaran terpadu meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1) pembelajaran yang berawal dari adanya pusat minat (centre of interest) yang digunakan untuk memahami gejala-gejala konsep lain, baik yang berasal dari bidang ilmu yang sama maupun yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2) mengembangkan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan anak secara simultan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3) menghubungkan berbagai bidang studi atau berbagai konsep dalam satu bidang studi yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4) menggabungkan sejumlah konsep kepada beberapa bidang studi yang berbeda, dengan harapan anak dapat belajar lebih baik dan bermakna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Uraian di atas dapat digunakan untuk mendefinisikan pembelajaran IPA Terpadu di SMP, yaitu pembelajaran yang menghubungkan pelajaran fisika, kimia, dan biologi, menjadi suatu bentuk pembelajaran yang tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan menjadi suatu kesatuan yang diajarkan secara simultan (karakteristik nomor 3).   Kesimpulan ini sejalan dengan pernyataan yang disampaikan oleh ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Bambang Suhendro dalam Harian Suara Pembaharuan, Senin 9/1/06: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“...untuk mata pelajaran IPS terpadu di tingkat SMP, seringkali kompetensi akademik guru kurang memadai. Guru yang mempunyai latar belakang sejarah lebih banyak mengajarkan sejarah. Padahal kompetensi IPS terpadu tidak hanya sejarah, tetapi ada sosiologi, antropologi dan geografi. Begitu juga dengan mata pelajaran IPA terpadu yang mencakup pelajaran fisika, kimia dan biologi”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernyataan ketua BSNP tersebut menyiratkan bahwa seorang guru mata pelajaran IPA di SMP dituntut untuk dapat mengajarkan semua subjek dalam pelajaran IPA, yaitu fisika, kimia, dan biologi, terlepas dari latar belakang pendidikannya. Begitu juga untuk guru IPS, mereka diharapkan untuk dapat mengajarkan semua subjek dalam pelajaran IPS, yaitu sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu pembelajaran terpadu menawarkan beberapa kelebihan (Lipson, 1993), yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- lebih fokus pada tema, karena satu tema dibahas dari berbagai sudut pandang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- memungkinkan transfer of learning, misalnya penerapan konsep fisika dalam biologi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara satu disiplin ilmu dengan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di samping kelebihan tersebut, terdapat beberapa masalah, kendala, atau konsekuensi dari pelaksanaan pembelajaran terpadu (Druger, 1999), yaitu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- guru dan sekolah sudah terbiasa dengan pola lama &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- hampir semua guru tidak memiliki pengalaman penelitian di luar latar belakang pendidikannya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- guru “kehilangan” otoritas pada latar belakang bidang studinya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- memerlukan komitmen dari para guru untuk bekerja sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-family: verdana;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- ketika menggunakan metode team teaching, muncul banyak persoalan seperti perbedaan karakter pribagi guru, kontribusi yang tidak jelas, perbedaan gaya mengajar, dan kesulitan mengatur jadwal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334975921857323482-6964733164091473451?l=nasolblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasolblog.blogspot.com/feeds/6964733164091473451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334975921857323482&amp;postID=6964733164091473451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/6964733164091473451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/6964733164091473451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasolblog.blogspot.com/2008/06/jawaban-evaluasi-akhir-semester-dengan.html' title='JAWABAN EVALUASI AKHIR SEMESTER DENGAN E-LEARNING'/><author><name>Milanisti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15436364754309821401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_uDaEZy2qI7E/SDUDmYJpMCI/AAAAAAAAABY/67_8QVUGyOQ/S220/070624_151744.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334975921857323482.post-6094221790674229440</id><published>2008-05-30T22:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T19:59:24.759-07:00</updated><title type='text'>Keamanan Jaringan Komputer</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;Dua minggu terakhir antara April dan Mei 2004, komunitas TI Indonesia diguncang berita tertangkapnya pembobol situs KPU oleh pihak kepolisian yang dimotori oleh tim ahli Teknologi Informasi KPU. Berita ini sebetulnya tidakterlalu hebat jika tidak bernuansa politis, karena pembobolan situs memang sudah dilakukan berkali-kali oleh anak-anak muda genius yang dengan bangganya dapat menayangkan inspirasi mereka untuk diketahui semua orang.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;Pembobolan situs atau web server sebetulnya tergolong teknik tradisional, karena belakangan ini muncul teknik-teknik yang mampu mengobrak-abrik jaringan komputer atau Internetdengan cara yang lebih canggih dan tidak terpikirkan sebelumnya. Terjadinya pembobolan situs atau perusakan sistem memang akan terus terjadi, karena seperti halnya kehidupan di dunia ini, selalu berlomba antara polisi dan pencuri.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" align="justify"&gt;Kalau kita lihat ke proses pembobolan situs KPU, yang salah adalah tim ahli TI KPU yang tidak sigap menutup semua lubang yang memungkinkan masuknya pembobol, karena pada kenyataannya keamanan suatu sistem itu tergantung pada manusia yang menjaga dan mengoperasikan sistem tersebut, bukan melulu kesalahan di perangkat atau si pembobolnya. Dari data Computer Security Institute yaitu lembaga binaan FBI di Amerika, 71% serangan ke dalam sistem jaringan komputer terjadi dari dalam. Artinya, yang menyebabkan orang luar dapat masuk ke sistem adalah kelalaian dari dalam sendiri, baik karena tidak melakukan pembaharuan sistem (patching) atau mengganti password secara berkala.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334975921857323482-6094221790674229440?l=nasolblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasolblog.blogspot.com/feeds/6094221790674229440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334975921857323482&amp;postID=6094221790674229440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/6094221790674229440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/6094221790674229440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasolblog.blogspot.com/2008/05/keamanan-jaringan-komputer.html' title='Keamanan Jaringan Komputer'/><author><name>Milanisti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15436364754309821401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_uDaEZy2qI7E/SDUDmYJpMCI/AAAAAAAAABY/67_8QVUGyOQ/S220/070624_151744.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5334975921857323482.post-9182237383653923812</id><published>2008-05-16T21:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T20:00:56.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='football'/><title type='text'>about AC Milan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;apakah anda milanisti sejati? kalo bukan jauh jauh aja loe dari gue............!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5334975921857323482-9182237383653923812?l=nasolblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasolblog.blogspot.com/feeds/9182237383653923812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5334975921857323482&amp;postID=9182237383653923812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/9182237383653923812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5334975921857323482/posts/default/9182237383653923812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasolblog.blogspot.com/2008/05/about-ac-milan.html' title='about AC Milan'/><author><name>Milanisti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15436364754309821401</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_uDaEZy2qI7E/SDUDmYJpMCI/AAAAAAAAABY/67_8QVUGyOQ/S220/070624_151744.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
